Kegiatan Pusat
Mengembangkan Potensi yang Berkualitas

Seminar Kesehatan It's Ok To Not Be Ok
Penulis : Anggi Ceceh Harianto
Seminar yang mengambil tema mengenai kesehatan mental bertempat di Gedung Wisma Mulia pada tanggal 25 Febuari 2025. Acara yang diselenggarakan oleh DOSB tersebut menghadirkan pakar dibidangnya yaitu Ibu Intan Erlita, M.Psi, Psikolog dan dr. Ayesha Devina, Sp.K.J serta dipandu oleh moderator oleh Marializaa Hasni.
Acara dibuka oleh Bapak Darmansyah selalu Kepala Departemen DOSB dan Ibu Sophia Watimena selaku ketua dewan audit OJK serta dihadiri oleh insan OJK baik secara offline maupun online. Dalam sambutannya, Bapak Darmansyah mengungkapkan bahwa terdapat peningkatan jumlah tagihan melalui YKP OJK terkait masalah kesehatan mental yang dialami oleh pegawai OJK. Hal ini patut menjadi perhatian khusus karena akan berdampak pada kinerja dan kesehatan pegawai OJK dikemudian hari.
Selain itu, Ibu Sophia juga menyoroti tentang kemungkinan yang menjadi penyebab dari meningkatnya masalah kesehatan mental, antara lain beban kerja yang berlebih, jarak tempat tinggal, hubungan kerja yang kurang harmonis baik dengan rekan sekerja maupun dengan pimpinan serta terdapatnya gaya hidup yang berlebih seperti FOMO.
Lebih lanjut, Ibu Sophia mengatakan bahwa mengatasi stress yang dialami individu dapat diupayakan dengan baik agar semua pekerjaan dapat dilaksanakan dengan produktif. Memiliki rasa syukur terhadap apa yang sudah dimiliki juga dapat mempengaruhi individu memiliki hormon yang positif.
Psikolog Ibu Intan Erlita mengatakan bahwa lebih baik seorang individu menyadari bahwa ada sesuatu daripada pura – pura I’m Ok tapi Not Ok. WHO mengatakan seseorang yang mentalnya sehat adalah ketika dia dapat mengatasi stress dengan normal. Stres yang tidak tertangani dapat mempengaruhi penurunan produktivitas, gangguan kesehatan fisik yang lambat laun akan menjadi mental illness.
Lebih lanjut lagi, dokter Ayesha menjelaskan bahwa stres yang dimiliki bisa berdampak pada kesehatan fisik seperti system kekebalan tubuh. Stres yang tinggi mempengaruhi hormon yang ada di otak sehingga menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti asma, sesak nafas, darah tinggi, gangguan pencernaan maupun gangguan kulit. Stres dapat menyebabkan psikosomatis.
Its ok to not be ok. Mengenali diri sendiri dan melakukan manajemen emosi terhadap diri sendiri agar kesehatan mental selalu terjaga. Meminta bantuan professional dengan menjalin kerjasama antara psikolog dan psikiater serta lingkungan.dapat memudahkan seseorang untuk menyelesaikan masalah.
Editor : Inna Muchlasin