IIPOJK Jabodebek & Banten
Mengembangkan Potensi yang Berkualitas

Public Speaking and Personal Branding Workshop
Penulis: Citra Ganggas Mahardhitya
IIPOJK Kantor OJK Jabodebek (KOJT) dan Kantor OJK Banten (KOSE) mengadakan Public Speaking and Personal Branding Workshop pada Sabtu, 8 Februari 2025 di Nombria Rooftop, Pejompongan, Jakarta Pusat.
Workshop ini bertujuan untuk mempererat kolaborasi antara kedua organisasi dalam kegiatan yang positif serta membekali peserta dengan keterampilan berbicara di depan umum. Bertindak sebagai narasumber adalah Margareta Lovett Manalu, M.Si., seorang Communication and Event Consultant, Trainer, serta Dosen Vokasi Universitas Indonesia.
Sebagai pembuka, Shela Roberto Akyuwen (Ketua IIPOJK KOJT) menyampaikan pentingnya kemampuan public speaking dan personal branding dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan profesional maupun sosial.
Dalam sesi pelatihan, Margareta membagikan berbagai wawasan tentang teknik berbicara yang efektif, termasuk tiga kunci utama dalam public speaking, yaitu Ethos, Pathos, dan Logos. Ethos menekankan kredibilitas pembicara; Pathos membahas cara membangun keterhubungan emosional dengan audiens; dan Logos berfokus pada logika dan struktur dalam penyampaian pesan.
Margareta membagikan 10 tips sukses dalam public speaking, yaitu:
- Pemahaman materi yang akan disampaikan (Know Your Material).
- Latihan yang berulang akan meningkatkan kepercayaan diri (Practice, Practice, Practice!).
- Kenali audiens agar pesan dapat tersampaikan dengan baik (Know Your Audience).
- Ketahui lokasi tempat berbicara untuk mengurangi rasa gugup (Know The Place).
- Tetap tenang dan rileks sebelum berbicara (Relax).
- Bayangkan diri sendiri saat menyampaikan pidato dengan percaya diri (Visualize Yourself Giving A Speech).
- Pahami bahwa audiens ingin Anda sukses (Realize that People Want You to Succeed).
- Berusaha untuk tidak terlalu sering meminta maaf karena kesalahan kecil (Don’t Apologize for Anything).
- Fokus pada pesan yang ingin disampaikan (Concentrate on the Messages).
- Perbanyak pengalaman berbicara (Gain Experience).
Margareta mengajak peserta memahami pentingnya personal branding dalam komunikasi, dimana bukan hanya tentang citra diri, tetapi juga bagaimana seseorang dapat menyampaikan pesan yang sesuai dengan value dan benefit yang ingin diberikan kepada orang lain. Ada kutipan menarik dari William Arruda: “Personal branding is not about being famous; it’s about being selectively famous.” (personal branding bukan sekadar menjadi terkenal, tetapi dikenal oleh orang yang tepat sesuai dengan bidang dan tujuan yang ingin dicapai).
Lma elemen utama dalam personal branding:
- Authentic – Keotentikan membuat seseorang lebih dipercaya dan menarik.
- Consistent – Konsistensi dalam penyampaian pesan di berbagai platform dan situasi sangat penting.
- Credible – Kredibilitas dibangun melalui keahlian, pengalaman, dan integritas tinggi.
- Communicable – Pesan yang disampaikan harus jelas dan mudah dipahami.
- Targeted – Personal branding harus relevan dengan kebutuhan dan situasi audiens.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang acara, terutama dalam sesi tanya jawab dengan narasumber. Sesi terakhir adalah Role Play, di mana peserta diminta untuk mempraktekkan teknik public speaking secara langsung. Suasana semakin seru dengan interaksi yang penuh canda antara peserta. Ibu Shela Roberto Akyuwen bersama narasumber juga turut menghangatkan acara dalam diskusi dan memberikan masukan positif kepada para peserta.
Sebagai bentuk apresiasi, seluruh peserta menerima sertifikat dan goodie bag atas partisipasi dalam acara ini. Pertemuan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa saling support untuk kejayaan IIPOJK KOJT dan KOSE, selaras dengan motonya: Kompak, Kreatif, dan Penuh Cinta.