Skip to content

Kegiatan Pusat

Mengembangkan Potensi yang Berkualitas

line

Penampilan Kolintang Harmonia 2 Pada Puncak Perayaan HUT OJK Ke-13

Penulis: Inna Muchlasin

Byurr!!

Segera setelah MC mengumumkan penampilan kolintang harmonia 2 hujan turun sederas-derasnya di Lapangan Maramis, Jakarta. Awalnya para pemain cukup dikagetkan dengan suasana ini. Tampil outdoor di atas panggung untuk pertama kalinya namun hujan lebat tak henti-henti. Meskipun atap panggung cukup tinggi namun guyuran hujan tetap dirasakan dari depan dan sisi kanan-kiri panggung.

Partitur yang terbang, alat kolintang tersiram air hujan, baju dan jilbab kebasahan, para petugas yang sibuk  bolak-balik di depan panggung membawa plastik terpal demi menutupi sound system ternyata tidak membuat konsentrasi pemain kolintang buyar. Semua tetap on stage, penuh semangat, wajah dihiasi senyum, dan bergoyang mengikuti irama kolintang.

Pemain kolintang yang terdiri dari Vina Adhy, Inna Muchlasin, Yanti Meywan, Lina Ary, Henny Irfan, Yan Rinaldi, Ida Yusman, Juszy Bernard, Devy Maulana, Lisya Hidayat, dan Susi Darul tampil memukau di  puncak acara HUT OJK Ke-13.

Hujan deras yang turun ketika Harmonia 2 mengiringi Lagu ”Selamat Ulang Tahun” dan ”Terajana”  yang dinyanyikan oleh Giovanni Paramita dan Fernall Farrel dari Departemen PEPK OJK  tak menyurutkan para tamu untuk bergoyang. Sepanjang permainan Kolintang tak henti tamu undangan bertepuk tangan, bernyanyi  bersama, dan berlenggang.

Kekompakan yang ditunjukkan oleh pemain tidak hanya ketika di atas panggung. Di belakang panggung semua kompak untuk membetulkan sol sepatu Ibu Yanti Meywan yang lepas menjelang penampilan kolintang. Panitia bergegas mencari lakban dan gunting, teman-teman kolintang bahu membahu melakban sepatu mulai dari tapak sampai bagian atas sepatu.

Tak hanya itu, mereka kompak juga untuk menikmati hidangan di tenda artis pengisi acara, kompak juga membuat yell penyemangat, kompak juga menunggu dari jam dua siang sampai jam tujuh malam menunggu panggung siap dipakai gladi resik, kompak juga untuk gladi resik di malam hari tanpa ada lampu panggung, dan kompak juga untuk berlatih setiap hari selama dua pekan demi tampil paripurna. 

Selesai pentas kembali disambut dengan hujan. Padahal perjalanan dari panggung menuju tenda artis cukup jauh. Memakai payung yang hanya ada satu buah tentu menyita waktu. Akhirnya bagaikan barongsai, semua pemain kolintang dipayungi  terpal besar berjalan menuju tenda artis. Kompak banget kan!

Jadi, kapan lagi keseruan ini terulang kembali? Duh! Gak sabar melihat permainan kolintang Harmonia 2 lagi.

 

<< Kegiatan Pusat

Need help? Let's chat with us!

Hi, What can i do for you? 00.00

Sekretariat IIPOJK

Hai, ada yang mau ditanyan? 00.00