Skip to content

Kegiatan Pusat

Mengembangkan Potensi yang Berkualitas

line

Pelatihan Kepenulisan Bagi IIPOJK : Meningkatkan Kreativitas Menulis Bagi Pemula

Penulis: Inna Muchlasin

VERBA VOLANT, SCRIPTA MANENT : Ucapan Akan Hilang, Tulisan Akan Abadi

Ingar bingar suara ibu-ibu IIPOJK sudah memenuhi Lobi Gedung Sumitro sejak jam 8 pagi pada hari Selasa, 2 Oktober 2024. Mereka adalah calon penulis handal dari IIPOJK yang sudah Bersiap diri mengikuti pelatihan kepenulisan yang diadakan oleh IIPOJK Pusat.

Tidak hanya anggota IIPOJK Pusat yang menghadiri pelatihan tersebut namun juga perwakilan dari IIPOJK Kantor OJK di daerah. Peserta yang hadir secara online mencapai hampir seratus orang yang berasal  dari Kantor OJK pusat dan daerah. Yup! Kegiatan ini dilakukan secara hybrid agar bisa menjangkau para calon penulis baik yang di pusat maupun yang di daerah.

Acara dibuka dengan penampilan dari Kolintang Harmonia 2 yang mengangkat semangat peserta. Dua lagu yang dimainkan yaitu ‘Jumpa Lagi’ dan ‘Hujan Gerimis Aje’ membuat seluruh peserta ikut berdendang. Kemudian Ibu Uchi Azilsyah yang bertindak selaku moderator menyapa seluruh peserta dan membuka acara ini sehingga menambah antusias peserta mengikuti pelatihan.

Narasumber dalam acara ini merupakan tokoh hebat di bidangnya. Mereka adalah editor senior harian Kompas, Muhammad Fajar Marta, dan tokoh Public Relation di Indonesia,  Fardila Astari. Perpaduan sempurna dari moderator dan narasumber serta semangat dari peserta membuat pelatihan ini hidup dan penuh dinamika. Tak ada satupun peserta yang merasa bosan, semua mengikuti pelatihan dengan suka cita.

Fajar Amarta memulai pelatihan dengan menjabarkan beberapa hambatan dalam menulis. Hambatan tersebut adalah kesulitan memulai, takut salah, kehabisan ide, sulit menyusun alur, merasa tidak punya bakat, dan sulit menemukan waktu untuk menulis.

Dari semua kesulitan itu, Fajar Amarta memberikan solusi bahwa seorang penulis harus mengikuti tahapan-tahapan menulis yang  kesemuanya harus diikuti secara runtut. Dengan mengikuti tahapan dalam menulis maka hambatan dalam menghasilkan sebuah artikel akan bisa diatasi. Beliau menjelaskan bahwa urutan tahapan dalam menulis yang pertama adalah menentukan topik. Selanjutnya adalah mengumpulkan informasi, membuat outline atau kerangka tulisan, mulai menulis dari draft pertama, merevisi dan mengedit tulisan, lalu mempublikasikan tulisan atau menyimpan tulisan tersebut.

Tahapan dalam menulis itulah yang kemudian dijadikan bahan praktek menulis dalam pelatihan ini. Peserta kemudian dibagi dalam delapan kelompok. Masing-masing kelompok dipersilahkan memilih tema penulisan sesuai kesepakatan kelompok. Mereka diminta untuk menulis berdasarkan tema yang dipilih dengan mengikuti tahapan penulisan yang telah diajarkan tadi.

Pada setiap tahapan penulisan beberapa kelompok secara sukarela memaparkan hasil diskusi mereka. Dan sampailah pada tahap akhir, yaitu sebuah artikel singkat. Ternyata semua kelompok bisa menghasilkan sebuah artikel pendek. Menakjubkan! Dalam waktu singkat ternyata semua bisa menulis asalkan mengikuti tahapan penulisan yang ada.

Tak hanya mendapatkan ilmu, peserta juga mendapatkan banyak hadiah dari panitia dan dari narasumber. Tak hanya proses menulis yang dibahas dalam pelatihan ini, bagaimana mengatasi kebuntuan dalam menulis juga dikupas tuntas. Bagaimana membuka suatu tulisan agar menarik minat pembaca dan bagaimana menutup sebuah tulisan agar menjadi sebuah gong yang mengasyikkan juga dikuliti.

Menarik ya? Ternyata menulis bisa mengasyikkan,lho. Ternyata menulis tidak melulu soal bakat namun juga soal kemauan.

 

<< Kegiatan Pusat

Need help? Let's chat with us!

Hi, What can i do for you? 00.00

Sekretariat IIPOJK

Hai, ada yang mau ditanyan? 00.00