Skip to content

Kegiatan Pusat

Mengembangkan Potensi yang Berkualitas

line

Menebar Maaf Mempererat Silatuhrami

Penulis: Devy Maulana & Inna Muchlasin

Di akhir masa kepengurusan periode 2022 – 2024, pada Rabu, 6 November 2024, sie kerohanian Islam IIPOJK melaksanakan pengajian secara Hybrid. Senang rasanya dapat berkumpul di Masjid At Ta’awun di Gedung Sumitro lantai 2. Disamping dapat bersilaturahmi, ibu-ibu juga mendapatkan ilmu agama  yang bermanfaat. Walau hanya sekali tapi kesempatan ini sungguh dapat mengobati kerinduan Muslimah IIPOJK untuk bertemu langsung satu dengan yang lainnya.

Acara dibuka oleh MC, Ibu Devy Maulana, pembacaan Kalam Ilahi QS. As Syura ayat 40-43 oleh ibu Tuti Edi Broto, dan saritilawah oleh Ibu Ina Farid. Sambutan dari Ibu Iing Ihsanuddin dan Bpk. Asadullah Sefnado (Wakil Ketua ROIS IP OJK) mengawali kajian yang disampaikan oleh Ustazah Yati.

Pada kajian bulan november mengusung tema “Menebar Maaf, Mempererat Silaturahmi’, Ustazah Yati Priyati mengungkapkan hendaknya kita sebagai manusia yang beriman  selalu bersyukur dalam keadaan apapun. Dengan bersikap Qonaah (selalu merasa cukup) dan menghindari sikap assyikayah (selalu mengeluh) maka hari-hari akan terasa indah dan ibadah menjadi suatu kebutuhan.   

Ustazah menambahkan bahwa kita harus melatih rasa maaf dari lingkup yang paling kecil yaitu di dalam keluarga. Silaturahmi akan menjadi hal yang mudah bila kita bisa saling memaafkan. Jika sudah bisa memaafkan pada orang yang setiap hari kita temui dan yang selalu berada dekat dengan kita maka akan mudah bagi kita memaafkan teman atau kolega yang sesungguh nya hanya kadang kadang saja kita temui.  

Dalam Qs As Syura (40) Allah SWT berfirman

وَجَزٰۤؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَاۚ فَمَنْ عَفَا وَاَصْلَحَ فَاَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِۗ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ

الظّٰلِمِيْنَ

Yang artinya:

Balasan suatu keburukan adalah keburukan yang setimpal. Akan tetapi, siapa yang memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat), maka pahalanya dari Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang zalim

Penjelasan surat di atas adalah bahwa kita tidak hanya memaafkan orang lain, tetapi juga berdamai (islah) dengan keadaan tersebut. Dengan demikian silatuhrahmi akan tetap selalu terjaga. Berdamai artinya melupakan kesalahan yang telah dilakukan orang lain. Memaafkan sejatinya melepaskan diri dari virus yang mengganggu diri sendiri. 

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjadikan silaturahmi yang kuat, yaitu :

  1. Taaruf (kenal). Dalam Islam level tertinggi taaruf adalah memberikan salam.
  2. Tafahum (paham), yaitu memahami karakter orang yang kita kenal sehingga akan selalu memaklumi sikap orang lain. Dengan demikian kita menghindari hal hal yang membuat orang lain marah dan kecewa, dan juga melakukan sesuatu yang membuat orang lain senang dan bahagia. Hal ini akan membuat tidak terjadinya persinggungan dan perselisihan. 
  3. Ta’awun (menolong). Disinilah mulai muncul ikatan kuat dan keinginan untuk saling menolong.
  4. Takaful (jaminan). Hal ini berarti adanya jaminan bahwa ada kepercayaan terhadap saudara kita. Menyakini dan percaya terhadap saudara kita meskipun orang lain tidak mempercayainya. Oleh karena itu bila terjadi benturan akan segera saling memaafkan dan mencari solusi atas permasalahan. Dengan demikian silaturahmi akan selalu terjalin dengan baik.

Memaafkan diri sendiri dan bertaubat atas kesalahan diri adalah salah satu cara untuk bisa memaafkan orang lain. Ustazah Yati mengingatkan bahwa memaafkan adalah tahapan awal untuk mempererat silaturahmi. Tahapan selanjutnya adalah islah atau berdamai, melupakan, dan menjalin kerjasama lagi.

Dalam silaturahmi kerap kali kita menemukan saudara kita berselisih. Dalam hal ini maka kita harus menjadi pendamai, tanpa memihak salah satu yang berselisih. Namun bila tidak biasa mendamaikan maka hengkanglah dari perselisihan itu. Perlu diingat bahwa tidak semua hal bisa kita selesaikan dan tidak semua pejuang bisa memenangkan pertempuran.

Sebagai penutup, ustazah memberikan nasehat agar selalu menjaga hati kita dalam kebaikan dan menjauhkan segala keburukan yang tampak dan tersembunyi.

 

<< Kegiatan Pusat

Need help? Let's chat with us!

Hi, What can i do for you? 00.00

Sekretariat IIPOJK

Hai, ada yang mau ditanyan? 00.00